.

.

Laman

Sunday, 4 September 2016

Santun, Dikartu Merah Lalu Cium Tangan Wasit

santri-cium-wasit-setelah-dikartu-merah_20160903_224856
Aldo mencium wasit setelah mendapat kartu merah di Liga Santri Nusantara.


PENESAK (JEMBER) – Ada peristiwa unik di gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) saat laga yang mempertemukan antara kesebelasan Pondok Pesantren Nurul Islam Jember dengan Pesantren Al-Asyariah, pada akhir Agustus lalu. Nurul Islam yang merupakan juara bertahan LSN 2015 mendapat perlawanan sengit dari Al-Asyariah.

Apa yang unik?, dikutip dari tribunnews, dalam laga itu, wasit mengganjar kartu merah kepada Aldo, pemain dari Al Asyariah karena menekel pemain Nurul Islam.W asit menilai, perbuatan Aldo termasuk ke dalam pelanggaran berat sehingga ia pun menghadiahkan kartu merah untuk Aldo. Ketika skor masih imbang 2-2.


Bukannya langsung keluar lapangan, Aldo malah mendatangi juru pengadil dan mencium tangannya. Padahal di laga-laga lain, seperti di Indonesia Soccer Championship, yang pesertanya klub-klub profesional, pemain atau tim akan mengajukan protes kala ada pemain yang mendapat kartu merah. Bahkan protes bisa berlebihan hingga memancing emosi pemain lain dan berakhir ricuh.

Mendapati Aldo yang menunjukkan sikap santunnya, wasit pun terkejut. Wasit pun langsung membalas tingkah Aldo dengan membelai kepalanya lewat tangan kirinya seolah ia menyesal harus mengusir pemain tersebut.

Budaya cium tangan di ajang LSN memang bukan hal baru. Karena setiap akan dimulai kick off pun, para pemain satu per satu menyalami wasit dan asistennya sembari cium tangan. Bahkan, untuk menjaga moralitas santri yang dikenal santun dan anti kekerasan, Panitia Pelaksana LSN 2016 seperti di Region Jawa Tengah II bersama para manajer klub menyepakati bahwa setiap pemain yang mendapat kartu kuning harus mencium tangan wasit.

No comments:

Post a Comment