.

.

Laman

Wednesday, 14 September 2016

RUSDI TAHAR SAMPAIKAN PERSOALAN JALAN LONGSOR DAN SENGKETA LAHAN

Rusdi Tahar
PENESAK (PALEMBANG) - Di sela rapat paripurna DPRD Sumsel dengan agenda penyampaian hasil pembahasan dan peneilitan komisi-komisi terhadap raperda perubahan APBD Sumsel 2016,  Anggota DPRD Sumatera Selatan ( Sumsel), Rusdi Tahar meminta waktu alias interupsi kepada Pimpinan Rapat.



Interupsi yang diajukan Tahar bermaksud untuk menyampaikan kondisi ruas jalan Ogan Ilir -Ogan Komering Ilir (OI-OKI) yang longsor sejak setahun terakhir. Selain persoalan itu, Tahar juga menyampaikan persoalan sengketa lahan antara warga dan PTPN VII Cinta Manis. 

JALAN DI DESA BANTIAN KECAMATAN LUBUK KELIAT, OI YANG LONGSOR AKIBAT ABRASI SUNGAI OGAN. (Sumber Gambar : RmolSumsel)

Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel serta Pimpinan DPRD Legislator dapil 3 (OI-OKI) meminta kondisi  jalan di dapilnya tepatnya di Desa Bantian Kecamatan Lubuk Keliat, OI yang longsor akibat abrasi sungai Ogan untuk segera diperbaiki.

"Kalau tidak segera diperbaiki akses jalan akan putus, hal itu tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat," kata Tahar, Rabu (14/9).

Menurutnya, longsor ruas jalan tersebut telah terjadi sejak setahun terakhir. Jika tak segera diperbaiki, pihaknya khawatir akses jalan akan terputus.

"Sudah setahun terakhir ini longsor terjadi akibat hempasan air Sungai Ogan, karena lokasi jalan itu ada dipersimpangan sungai. Lihat saja banyak kendaraan yang kecelakaan di jalan itu," ungkap Tahar, seperti dilansir rmolsumsel.

Selain persoalan jalan longsor, politisi PAN ini juga menyampaikan persoalan sengketa lahan antara warga dan PTPN VII Cinta Manis yang tak kunjung adanya penyelesaian.

Dikatakannya, persoalan sengketa lahan terus berlarut. Dia menilai belum ada upaya serius dari pemerintah terkait sengketa lahan antara warga dan perusahaan perkebunan tebu itu.

"Selama jadi dewan saya sudah 21 kali reses, yang dikeluhkan warga selalu persoalan PTPN VII, saya harap ada upaya serius dari pemerintah terkait persoalan ini," tandas Tahar.

No comments:

Post a Comment